Sabtu, 15 Juni 2013

Preman Kepentok Cinta (part 9)



Preman Kepentok Cinta (part 9)



*********************************

Tukkkk,,,,batu itu terkena kepala seseorang.

“ aduh,,,jidat gue,,,” kata orang itu sambil memegangi kepalanya.
 cakka menoleh ke arah sumber suara tadi.

“ hehehe,,,sorry vin,,,nggak sengaja,,,hehehe “ kata cakka cengengesan. Alvin mendengus kesal.

“ nggak sengaja nggak sengaja,,,kegantengan gue berkurang 1% nih,,,tanggung jawab loe,,,” kata Alvin.

“ alah 1% doing vin,,,tanggung jawab apaan ? emang gue ngehamilin loe apa? “ kata cakka sewot.

“ tapi bagaimanapun kegantengan gue jadi nggak sempurna. Tanggung jawab dengan cara traktir gue di D’Planets,,,,” kata Alvin sambil tersenyum iblis (?)

Cakka mendelik, “ gila loe,,,gue nggak sengaja nimpuk kepala loe, loe minta traktir di situ? Wah bener – bener loe ya,,,pengen donpet gue jebol loe?? Nggak nggak,,,gue nggak mau,,,lebih baik loe gue traktir di warung angkringan deket sekolah aja,,,lebih murah,,,” kata cakka menggebu – gebu.

“ what??? Angkringan??? Nggak ada tempat yang bagusan dikit gitu cak? Masak orang ganteng plus kece kayak gue makan di angkringan? “ seru Alvin.

“ angkringan ato nggak sama sekali,,,” kata cakka sambil naik ke motornya dan melesat pergi meninggalkan Alvin.

“ loh loh loh,,,cakka,,,katanya mau nraktir gue,,,kok loe malah pergi sih,,,” teriak Alvin memanggil cakka. Tapi percuma, cakka sudah menghilang bersama motornya.

‘‘ nggak jadi dapet traktiran dah gue,,,,” gumam Alvin kecewa.

“ mana lagi sih rio,,,gue tungguin nggak nongol – nongol juga tu anak,,,” gerutu Alvin. sudah cukup lama ia menunggu rio di parkiran deket mobil rio. Ada apa dengan rio sebenarnya???
Yuk mari kita lihat>>>>>

Rio baru saja dari toilet, sekedar membasuh muka untuk menyegarkan diri, saat keluar dari toilet tiba – tiba ponsel yang berada di kantong celananya bergetar. Rio mengambil ponselnya, ada pesan masuk.

From: papa,,,

3 tahun ini papa nggak pulang ke indo.


Deg,,,rio amat kaget membaca pesan singkat yang di kirimkan oleh papanya itu, sebegitu bencikah kepadanya?? Sudah lama waktu berselang, tapi tidakkah rasa benci itu berkurang walaupun hanya sedikit? Rio melangkah gontai kea rah taman belakang sekolah. Berdiri di depan sebuah pohon tinggi dan mungkin sudah berumur cukup tua.

“ aarrrggghhh,,,,,!!!!! “ teriak rio sambil menghantamkan kepalan tangannya ke batang pohon besar itu. Beberapa kali ia memukul batang pohon itu, tak ia pedulikan seberapa sakit yang tangannya rasakan. Untung ia menggunakan tangan kirinya, bukan tangan kanannya. Sampai saat ini tangannya mengucurkan darah, dan sedikit membengkak.

Rio tak tahu bahwa dari tadi ada seorang gadis yang tengah mengawasinya. Menatap iba kepada rio.  Tak sedikitpun pandangannya lepas dari sosok rio. Rio meringkuk di bawah pohon dengan tangan yg menggantung tertopang oleh dengkulnya, punggung tangannya meneteskan cairan yang berwarna merah segar, yang tak lain adalah darah. Kepalanya ia telungkupkan di lipatan tangan kanannya.
Dengan perlahan tapi pasti, gadis itu menghampiri rio, yang sebelumnya mengambil sehelai slayer berwarna putih miliknya dari dalam tas. Gadis itu berlutut di depan rio, lalu membalut tangan rio yang terluka. Rio yang merasakan tangannya yang di pedang, perlahan mendongak, menatap gadis itu. Rio melihat gadis itu yang dengan telatennya membalut tangannya yang terluka, rapi sekali balutannya. Setelah selesai membalut tangan rio, gadis itu mendongak dan menatap rio, senyuman manis terukir jelas di wajahnya.

“ selesai,,” ucapnya senang.

“ thanks fy,,,sebenernya gue juga nggak butuh loe bantuin,,,” kata rio. Ify mengerucutkan bibirnya.

“ ih kakak nih,,,udah di tolongin juga,,,masak ngomong kayak gitu “ ucap ify sedih. Bagaimana nggak sedih coba? Kita nolong orang dan orang itu bilang “ sebenernya gue juga nggak butuh loe bantuin “ ya seenggaknya kalo memang nggak butuh di bantuin, ya jangan bilang dong,,,udah terlanjur di bantuin ini,,,rio rio,,terlewat jujur kau nak,,,#plak

“ maaf deh,,,” kata rio.

“kakak tadi kenapa? Kok mukul – mukulin tangannya? Nggak sakit apa kak? Kan sayang,,,tangan kakak yang mulus itu luka,,,” kata ify yang berusaha menghibur rio, ify tau pasti rio punya masalah yang mungkin cukup berat. Walaupun ia tak tahu masalah apa itu. Tapi setidaknya ia bisa sedikit menghibur rio.

“ nggak kok,,,nggak papa,,,” kata rio bohong. Ify mengangguk mengerti.

“ oke,,,kalo kakak emang nggak mau cerita,,,tapi yang pasti aku yakin seberat apa pun masalah kakak, kak rio akan selalu tegar untuk menghadapi semua itu,,,” kata ify sambil tersenyum, senyuman manis yang tulus yang khusus ia tunjukkan kepada rio #waseh,,basanya,,,

“ hahaha,,,,iya iya,,,makasih atas semangatnya ify miss bawel,,,” kata rio sambil tertawa ya walaupun tawa rio terdengar hambar (?). tak butuh waktu yang lama untuk membuat slayer yang membalut tangan rio yang semula berwarna putih bersih kini menjadi merah. Dikarenakan luka yang agak parah.

“ kak itu tangan loe apa nggak sebaiknya loe periksain di rumah sakit? Takutnya ntar infeksi lagi,,” kata ify perhatian.

“ nggak,,,mau gue obatin aja di rumah,,” kata rio sambil menggeleng. Walau ify masih di liputi rasa khawatir, toh ia tidak mampu berkata – kata lagi, percuma memaksa rio. “ oh,,,ok deh terserah kakak aja, oh iya kak, gue pulang dl ya, kakak cepet pulang terus langsung di obatin ya lukanya,,,” kata ify  lembut lalu berjalan meninggalkan rio. Rio hanya tersenyum tipis.

****

Di parkiran mobil, Alvin udah mencak – mencak sendiri, orang yang di tunngunya sejak tadi tak kunjung muncul. Bener – bener deh kalau orang itu muncul, Alvin akan memarahinya. Siapa lagi kalau bukan rio. Selang 10 menit kemudian, rio tampak berjalan dari ujung koridor menuju parkiran. Alvin memicingkan (?) matanya dan mulutnya sudah bersiap – siap memberikan nyanyian yang sangat merdu pada rio. Sangking merdunya, bisa merusak dunia!
Rahang Alvin mengatup, sorot matanya menunjukan bahwa ia terkejut. Terkejut karena melihat tangan kiri rio terbalut slayer yang kini sudah berlumuran darah. Segera saja ia menghampiri rio yang tinggal 4 meter di depannya. Rio bisa melihat keterkejutan yang di rasakan oleh Alvin, namun ia mencoba bersikap tenang. Bukankah itu memang keahlian rio? Bersikap seolah – olah tidak ada yang terjadi, padahal sekarang hatinya sedang keruh, seperti air kolam yang sudah berbulan – bulan nggak di kuras (?).

“ yo itu tangan loe kenapa bisa berdarah gitu? Loe ngapain tadi? Loe nonjok apa sampe kayak gitu? Kok loe bisa ngelakuin itu sih? Apa loe nggak mikirin diri loe sendiri? Hah? “ rentetan pertanyan yang Alvin keluarkan dalam 1 tarikan nafas.

“ woy loe biasa aja dong,,,loe ketularan si ify ya? Bisa bawel gitu,,,ini nggak apa – apa kok,,,gue Cuma mukulin batang pohon yang ada di taman belakang aja,,” jelas rio masih dengan sikap tenangnya itu. Alvin cengo. Udah gilakah sahabatnya yang satu ini (maaf riseJ just story).

“ nggek?? Loe mukulin batang pohong yang segede itu sampe berdarah – darah loe bilang “Cuma” ? loe ada masalah ya? Cerita ke gue  yo,,,jangan loe pendem sendiri,,,” kata Alvin sambil menepuk pelan bahu rio.

“ ya biasa lah masalah bokap,,,” kata rio datar. Alvin langsung mengerti kondisi rio. Rio akan lebih sensitive bila sudah menyangkut orang tua.

“ ada apa lagi sama bokap loe yo? “tanya Alvin hati – hati. Rio menghela nafas sejenak. “ katanya, selama 3 tahun dia nggak pulang ke indo “ jawab rio ringan. Alvin sekali lagi terkejut.

“ alah udah lah vin,,,kayak nggak tau bokap gue aja loe,,,” kata rio. Alvin langsung tersenyum, senyuman bangga kepada sahabatnya itu. Sunguh hebat sahabatnya itu, selama bertahun – tahun rio bisa tegar menghadapi semuanya. Lalu mereka berdua masuk ke dalam mobil rio. Namun kali ini Alvin yang mengemudi, dengan kondisi tangan yang seperti itu, mana mungkin rio bisa menyetir? Tiba – tiba Alvin membelokkan setir menuju ke klinik kesehatan terdekat. “ loh? Kita mau kemana vin? Ini kan bukan arah ke rumah gue,,” tanya rio bingung, “ kita mau ngobatin luka loe dulu,,,bahaya tuh kalo nggak segera di obatin,,,” kata Alvin tanpa menoleh ke arah rio, matanya masih focus terhadap jalan didepannya. Rio mendecakkan lidah.

“ di obatin di rumah kan bisa vin,,,” keluh rio. Alvin tidak menanggapi perkataan rio, ia tau, kalo rio pasti seperti ini, lagian lebih baik yang mengobati itu dokter, biar  lebih aman. Alvin memberhentikan mobil rio di depan sebuak klinik kesehatan. Alvin turun duluan dan membukakan pintu untuk rio.

“ cepet turun! “ perintah Alvin. rio mendelik. “ gue bisa sendiri kali vin,,” dengus rio saat krluar dari dalam mobil. Alvin menarik paksa rio agar mau masuk ke dalam klinik. “ sus, tolong bersihin luka temen saya ya, sekalian di perban “ kata Alvin kepada seorang perawat yang melintas di depan mereka.

“ baik,,,mari mas, ikut saya ke ruangan, biar saya yang bersihkan luka anda “ kata perawat itu ramah. Karena rasa nyeri yang dirasa rio makin parah, mau tidak mau, rio mengikuti langkah perawat tersebut. Alvin tidak ikut masuk, ia lebih memilih duduk menunggu di kursi tunggu.

*****

Di dalam ruang pengobatan rio tak henti – hentinya meringis menahan perih yang ditimbulkan oleh luka di tangannya itu.
“ aduh sus,,,hati – hati dong,,” kata rio sambil meringis. “ iya mas,,,tahan ya,,lukanya ini sedikit parah mas,,” kata si suster tak enak hati. Ia melanjutkan mengobati tangan rio.

“ aaaww,,,pelan – pelan suster,,,jangan di teken – teken gitu dong,,,” kata rio rada ketus.

“ iya mas,,,ini juga udah pelan – pelan kok,,,” balas si suster rada sewot. ‘ hih,,,dasar si masnya nih,,,nyebelin deh,,salah sendiri kenapa neko – neko,,,’ batin sang suster karena jengkel dengan sikap rio. Tak lama kemudian suster tersebut selesai memperban tangan rio. “ udah selesai mas,,,jangan lupa perbannya sering di ganti yam as,,,” pesan si suster. Rio hanya menanggapinya dengan anggukan mengerti. Lalu mereka keluar dari ruangan. Alvin sedang menunggu di ruang tunggu, baru saja ia membayar administrasi. Alvin yang melihat rio keluar dari ruang pengobatan, ia segera berdiri dari duduknya. “ makasih sus,,,kita permisi dulu,,,” kata Alvin sambil tersenyum.

“ iya mas,,,” balas si suster sambil tersenyum juga. Lalu rio dan Alvin keluar dari klinik dan masuk ke dalam mobil lagi.

“ yo, kita ke rumah gue dulu ya, ntar baru gue anter lo eke rumah,,,” kata Alvin sambil menyalakan mesin mobil.

“ serah deh,,,” kata rio yang ngirit ngomong, ia langsung menyandarkan kepalanya di jok mobil, memejamkan mata sejenak, dan menghilangkan rasa lelahnya walaupun hanya sedikit.

****

Di rumah Alvin, rio mengambil baju ganti yang semalam ia pakai, bajunya sudah tersetrika rapi, di tempatkan di sebuah tas rajutan.

“ vin, gue pulang sendiri aja ya,,,” kata rio saat melihat Alvin mengambil kunci mobil di atas meja, berniat akan mengantar rio pulang. Alvin yang yang mendengarkan itu rada kaget. Dengan keadaan satu tangan yang di perban mau maksa buat nyetir mobil?

“ hah? Yang bener aja loe yo,,tangan loe belum sembuh loe, masak loe mau nyetir pake tangan satu gitu? Ntar kalo loe kenapa – napa gimana? “ tanya Alvin sedikit cemas.

“ halah,,,nggak papa,,,gue bisa hati – hati kok,,,percaya deh sama gue,,” kata rio meyakinkan Alvin. Alvin masih khawatir, namun, rio adalah rio, orang yang nggak bisa di paksa!

“ ya udah,,,loe hati – hati ya, jangan ngebut, mobil loe tu mobil balap, jadi kecepatannya pelan aja,,,ngerti?? “ tanya Alvin.

“ iya Alvin,,,bawel loe ah,,,gue juga bisa ngejaga diri gue sendiri kok,,,” kata rio.

“ ya ya ya,,,karepmu wae lah,,,angel ngomong karo koe (terserah loeaja deh,,,susah ngomong sama loe) “ kata Alvin sambil geleng – geleng. Rio langsung keluar dari rumah Alvin dan masuk ke dalam mobilnya. Dengan hati – hati, rio mengemudikan mobilnya dengan kecepatan yang rendah, ia memilih melewati jalan – jalan yang kurang padat penggunanya. Tepat saat melewati daerah taman yang sepi, rio melihat seorang gadis yang sedang di ganggu oleh 2 orang preman. Rio menajamkan penglihatannya, memastikan siapa gadis yang di ganggu oleh preman itu.

‘ dia,,,gue harus nolongin dia,,,’ batin rio. Rio memberhentikan mobilnya tepat beberapa meter di belakang mobil gadis itu.

“ WOY!!!!!!!!! KALIAN JANGAN GANGGU DIA!!!!!!!!!! “ teriak rio.

****
Ify pulang sendiri, karena shilla sudah di jemput oleh supirnya, sebenernya ia tadi sudah menawarkan tumpangan kepada agni, namun agni menolaknya. Jadilah ia pulang sendirian. Saat melewati sebuah taman, tiba – tiba mobil Mercedes keluaran terbaru itu berhenti, ify bingung. “ aduh,,,kok tiba – tiba mati sih,,,mana sepi lagi “ gumam ify. Ify memutuskan keluar dari mobil, ia merogoh saku bajunya untuk mengambil ponsel. Bermaksud ingin menghubungi temannya yang mungkin bisa membantu. Ia memencet keypad ponselnya, namun tak ada reaksi apapun, menandakan bahwa ponselnya itu mati total.

“ yah,,,mati lagi,,,haduh,,,” keluh ify. Ify mengedarkan pandangan matanya. Tampak 2 orang pria yang berbadan besar dan berwajah sangar tengah berjalan ke arahnya. Detak jantungnya bertambah cepat, keringat dingin mulai keluar dari pelipisnya, perasaan yang tak enak mulai menyerang hatinya.

‘ ya Tuhan, tolong lindungi saya ya Tuhan,,,’ doa ify dalam hati. Dua preman itu semakin mendekat ke arah ify. Kaki ify sudah gemetar, hampir tak mampu menopang berat tubuhnya lagi. Dan akhirnya kedua preman itu ada di hadapannya, sambil memamerkan senyuman menggoda.

“ hay neng geulis,,,kenapa? Mobilnya mogok ya? Mau kita bantu? “ tanya preman itu.

“ nggak,,,nggak,,,” kata ify ketakutan sambil menggeleng – gelengkan kepalanya kuat – kuat #awas fy, tar putus loh,,*plakk

“ ah si eneng nggak usah takut dong,,,kita ini bermaksud baik kok,,,” rayu salah seorang preman itu, mreka mulai berani mencolek dagu ify. Ify langsung menepis tangan mereka.

“ jangan sentuh gue!!! “ bentak ify.

“ wow,,,eneng galak juga ya,,,hahaha “ salah satu dari preman tersebut menarik – narik lengan ify, memaksanya agar ia ikut mereka. Dengan susah payah ify meronta – ronta, sampai terdengar seruan.

“WOY!!!! KALIAN JANGAN GANGGU DIA!!!!!!! “
Ify dan kedua preman itu menoleh ke arah sumber datanganya suara. Rio. Hati ify perlahan menjadi lega, ada rio yang akan melindunginya. Preman – preman itu menatap tajam rio, menandakan mereka tidak suka dengan kedatangan rio.

“ mau apa loe!! Dasar anak bau kencur loe!!! “ bentak preman yang berambut  botak, sedangkan yang berambut panjang tertawa lepas.

BUUGG!!!!

Rio menojok muka si preman yang berambut botak sampai ia sedikit terhuyung ke belakang. Preman berambut panjang tak terima bahwa temannya di tonjok oleh rio, ia melayangkan satu pukulan ke pipi rio, namun rio berhasil menghindar. Saat itu juga rio menendang preman itu. Preman botak (?) bangkit lagi (?), memberi pukulan yang cukup keras ke perut rio, rio tidak bisa menghindar, sedikit darah keluar dari mulut rio. #duh kasian rio. Ify yang melihat darah muncrat dari mulut rio, menutup mulutnya, menahan isak tangisnya pecah, kasihan rio, andaikan ia bisa membantu rio. Ify melihat sebongkah kayu yang tergeletak tak jauh dari kakinya. Ify segera mengambilnya dan pelan – pelan berjalan ke arah preman itu, dengan ancang – ancang yang kuat, ify memukul pundak preman yang berambut panjang. Lalu tiba – tiba, tangan ify di cekal ke belakang punggungnya,

“ aarrghh “ jerit ify. Rio ingin menolong ify. Namun tiba – tiba tangan kanan rio di cekal dan di plintir ke belakang oleh preman botak. Dengan kuat, rio memukul wajah preman yang berada di belakangnya itu dengan tangan kirinya yang bebas. Hidung si preman sampai berdarah. Tangan kanan rio bebas, ia langsungmenghampiri ify, sebelumnya mengambil kayu yang tergeletak di bawah dan melayangkan pukulan ke badan preman yang menahan ify. Preman tersebut terjatuh kebelakang.

“ kalo kalian masih ngeganggu, bakal gue panggil polisi sekarang juga,,,” desis rio tajam sambil menempelkan ponselnya ke telinga. Preman – preman itu merasa ketakutan dan akhirnya lari terbirit – birit meninggalkan rio dan ify. Ify melihat tangan rio yang diperban kini menjadi merah lagi, pasti gara – gara memukul preman tadi.

“ kak rio,,,tangan loe berdarah lagi itu darah di bibir msih ada, aduh pasti perut kak rio sakit banget,,,maafin ify ya kak, gara – gara ify kakak jadi kayak gini,,,hiks hiks hiks “ kata ify sambil sesenggukan.

“ udah,,,nggak apa – apa kok,,,Cuma rada nyeri sih,,hehehe “ kata rio sesekali meringis kesakitan.

“ ya udah kak, aku anterin pulang yuk,,,” ajak ify sambil menarik lengan rio.

“ eh bentar – bentar, loe mau nyetir mobil siapa? Mobil loe kan mogok ? “ tanya rio bingung.

“ ya mobilnya kak rio lah,,,nanti aq nyuruh montir buat bawa mobil aku ke bengkel,,,” jawab ify mantap.

“ heh? Emang loe bisa bawa mobil gue? “ tanya rio nggak yakin.

“ eemm,,,g tau juga sih, dl sih pernah nyupir ferarri kakak sepupu aku,,,tp ya di coba aja deh kak,,,hehehe “ jawab ify. Rio masih memandang ify dengan pandangan nggak yakin.

****

Rio dan ify telah sampai di rumah rio. Setelah melewati perjalanan yang melelahkan, karena ify ngendarain mobilnya rio itu rada nyendat – nyendat, ya maklum lah, cewek bawa mobil balap kayak gitu! Ify memapah rio berjalan menuju ruang tamu.

“ kotak obatnya ada di mana kak? “ tanya ify setelah mendudukkan rio di sofa.

“ di dapur, daputnya sebelah sana tuh “ jawab rio sambil menunjuk sebuah sudut yang merupakan dapur. Ify mengangguk mengerti, lalu melangkah menuju dapur.
Selain mengambil kotak obat, ify mengambil sebaskom air. Setelah itu ify kembali ke tempat rio berada, ia membersihkan luka di tangan kiri rio dan pemperbannya. Setelah selesai membersihkan luka rio, ify kembali ke dapur untuk mengembalikan kotak obat dan baskom.

“ kak rio udah makan siang belum? “ tanya ify sambil duduk di samping rio. Rio hanya menggeleng. “ eemm mau aku masakin nggak kak? “ tanya ify lagi.

“ emang loe bisa masak fy? “ tanya rio ragu. Ify mengerucutkan bibirnya memerapa mili.

“ jyah,,,ngeremehin nih,,,mau nggak,,klo mau, coment nya nanti deh kalo udah ngerasaain masakan aq,,,” kata ify.

“ boleh deh,,,” kata rio sambil mengangguk.

***

Ify sedang menalikan celemek yang berada di belakang tubuhnya. Semua bahan – bahan buat di masak sudah tertata rapi. Rio memerhatikan ify yang sedang memasak di meja marmer yang terdapat di depan dapur. Jadi modelnya seperti bar, saat memasuki dapur, di sampingnya ada sebuah meja marmer dan dua buah kursi.

“ fy kok loe sekarang ngomongnya pake ‘ aku – aku an’ ? biasanya juga ‘loe – gue’ “ tanya rio tiba – tiba.

“ eh,,,biar sopan aja kak,,,lagian kak rio udh bantuin aku tadi, enakan manggil aku – kamu lagi kak,,,hehehe “ jawab ify kikuk.

“ oh gitu ya,,,ok deh,,,gue juga mau make ‘aku-kamu’ “ kata rio. Ify rada kaget juga, rio mau pake aku – kamu? Bener gitu?

“ ya udah kak, berarti kita manggilnya ‘ aku-kamu’ ya,,,hehehe “ kata ify malu.
Setelah bermenit – menit lamanya ify masak, akhirnya tiba juga saatnya makan, tidak banyak yang di masak ify, ada tumis kangkung, sayur bayam, ayam goring, sambal cobek, dan tempe – tahu goreng.

“ kak rio itu harus banyak makan,,,biar badannya padat berisi, nggak ceking kayak gini,,,” kata ify sedikit mengejek rio.

“ ngaca dulu dong fy,,,kamu tu juga ceking loh,,,malah kayak kertas saking cekingnya,,,” balas rio. Ify manyun.

“ ih,,,ini nggak ceking tau,,,ini namanya langsing,,,slim,,” kata ify membela diri.

“ udah – udah,,,sekarang kita makan aja dulu,,dari bau nya sih enak,,,apa rasanya juga enak ya ? “

“ sok atuh,,cobain dulu,,jangan terpesona sama masakan aku ya kak,,,” rio mulai melahap makanan yang tadi di ambilnya, satu suap, enak,,,satu suap lagi,,enak,,rio tersenyum simpul.

“ nah,,gimana gitu rasanya,,enak kan,,,” goda ify sambil menaik turunkan alisnya. Rio hanya senyum sambil menganggukan kepalanya, dan melanjutkan aktifitas makannya. Ify yang melihat reaksi rio, tersenyum senang. Kak rio suka masakan aku,,seneng deh, pikir ify.

bersambung>>>>


Tidak ada komentar:

Posting Komentar